17 September 2008

KoPi

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka. Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis - dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah - dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya. Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan:

'Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.' 'Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.' 'Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.' Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya, jangan cangkirnya. Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda. Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan anda. [diambil dari email pesan moral dari seorang kawan]

Selengkapnya»»»

Kasih

Semua orang pasti sangat familiar dengan kata tersebut. Tetapi benarkah semua orang sangat paham dan mengerti tentang kata “kasih”?. Saya yakin seyakin-yakinnya, tidak banyak orang yang paham dan mengerti benar tentang kata tersebut. Saya pun secara jujur tidak begitu menguasai dan paham betul akan arti kata ”kasih”. Meskipun saya juga tidak paham betul, kenapa dapat mengatakan bahwa seyakin-yakinnya tidak banyak orang yang paham akan arti kata kasih. Konon menurut seorang theolog, pada hakekatnya Tuhan adalah kasih, bagaimana tidak? Lha.... Dia yang menciptakan alam semesta ini, juga seluruh isi didalamnya termasuk kita manusia. Dia menciptakan karena mengasihi. Masih ingat kisah manusia Adam & Hawa? Meskipun sudah diberikan tempat yang begitu indah dan lengkap (pokoknya serba ada dech), kemudian mereka jatuh dalam bujukan setan yang menjelma sebagai ular sehingga menyebabkan dosa awal. Tuhan masih mengasihinya, yang puncaknya adalah pengorbanan isa sang juru selamat. Nach, bila melihat dari historis perjalanan kasih Tuhan dalam sejarah manusia maka hakekat kasih adalah

pengorbanan, memberi, menolong dan emphati atas kesusahan orang lain. Kita kembali kepada pertanyaan mendasar dimuka tadi bahwa benarkah semua orang paham akan kasih? terutama bila melihat kondisi bangsa kita saat ini? Saya dapat mengambil kesimpulan bahwa tidak banyak orang yang paham akan kata kasih..... Data dan fakta membuktikan itu:

  1. Bagaimana seseorang paham akan kasih bila dia tega melakukan korupsi?
  2. Bagaimana seseorang paham akan kasih bila dia tega merusak hutan?
  3. Bagaimana seseorang paham akan kasih bila dia dengan begitu semaunya menggusur orang-orang tak berdaya demi sebuah keuntungan dari usaha property?
  4. Bagaimana seseorang paham akan kasih bila dalam memberipun dia tidak mempedulikan akibat pemberian tersebut kepada orang yang diberi?
  5. Bagaimana seseorang paham akan kasih bila dalam memutus perkara hanya mementingkan orang yang punya?
  6. Bagaimana seseorang paham akan kasih bila dalam menjalankan tugasnya hanya mengayomi orang yang berduit?
  7. Bagaimana seseorang paham akan kasih bila dalam masa ramadhan ini, orang menjual daging busuk hanya sekedar menangguk untung yang sebesar-besarnya?
  8. Bagaimana seseorang paham akan kasih bila dalam masa ramadhan ini, orang menjual daging gelonggong-an?

dan masih banyak bagaimana-bagaimana yang lain yang tentunya masih bejibun jumlahnya yang menandakan bahwa memang tidak banyak orang yang paham akan kasih. Atau mungkin benarkah statement ini bahwa ”solusi akan keterpurukan bangsa kita saat ini adalah dengan pemahaman yang benar akan kasih?” Tentunya kasih yang diterapkan di berbagai bidang dan sendi kehidupan, misalnya: dalam beragama, dalam berpolitik, dalam berhukum, dalam berpengadilan, dalam berjualan, dalam berusaha, dalam berpemerintahan dan ber-DPR-an dan dalam-dalam lagi yang lain.

Selengkapnya»»»

15 September 2008

Gundah Negri

Sungguh dasyat berita media masa akhir-akhir ini, baik media cetak, media online maupun media dari mulut kemulut (he………). Apa sih beritanya? Itu lho yang bikin hati gundah se-abrek, semua terkait dengan UUD (ujung-ujungnya duit), salah satunya skandal bi, blbi, alih fungsi hutan de el el. Seakan-akan seluruh perangkat nagari ini tak luput dari hal tersebut: MA, DPR, BUPATI, Pengadilan de el es be ge (dan lain sebagainya). Sebagai orang awam kadang saya tak habis pikir, apanya yang salah ya? (yang jelas orang yang melakukan yang salah ya? He…..), terus mau dibawa kemana nagari ini? Berapa kerugian negara sebagai akibat dari semua ini?, kerugian tentunya tidak hanya sekedar UUD (ujung-ujungnya duit) tapi lebih dari itu, berapa lama waktu yang terbuang untuk…

misalnya mengembalikan fungsi hutan yang berubah jadi kota pelabuhan, berapa generasi yang mesti harus dididik mempunyai visi lurus akibat polah tingkah para pejabat tersebut yang mau tak mau mempengaruhi pola pikir mereka?, terus alangkah tertinggalnya para generasi penerus bangsa ini bila buku yang dijadikan panduan sekolah dikorupsi sehingga materi yang ada didalamnya menjadi sekedar asal jadi?, belum lagi yang ujung-ujungnya duit…. uang negara yang digerogoti. yang sedianya bisa digunakan untuk investasi….. Sungguh luar biasa dampak dari semua yang telah terjadi. Mungkin benar apa yang sudah dicanangkan oleh bapak presiden kita yang kedua “bahwa kita akan menjadi bangsa yang terbesar di asia, menjadi macan asia”, itu kalau semua berjalan sesuai dengan aturan dan hukum yang ada (harapan), sekarang…..? Nampaknya harapan itu sia-sia belaka, bahkan kita sudah tertinggal oleh negri yang dulunya dibawah kita. Negri yang katanya “gemah ripah loh jinawi” akhirnya musna terantuk pada polah tingkah bangsa sendiri….. Negri yang katanya “berbudaya dan ber-religi” akhirnya malu terantuk pada polah tingkah bangsa sendiri….. Gundah itu nampaknya masih menggaung dan menggaung terus bersamaan dengan berita-berita lainya yang menyedihkan yang akan muncul di media massa….., apakah itu jilid ke-2 dari lakon yang sudah ada, ataukah kasus baru yang muncul tiba-tiba….. Secercah harap muncul dan tenggelam, bersamaan mulai/ usai-nya pemilu lima tahunan. (Jelang pemilu 2009)

Selengkapnya»»»

Libur Lebaran

Kemanakah libur lebaran yang “enjoy” bila tidak pulang kampuang? Pertanyaan tersebut nampaknya sering muncul bagi keluarga sekitar jabotabek dalam mengisi liburan keluarga “pas” pada saat libur lebaran. Libur saat lebaran mau tidak mau memang harus direncanakan dengan baik bila tidak ingin menuai kecewa kemudian, beberapa hal yang perlu mendapat perhatian serius, semisal: berapa budget yang musti dikeluarkan, seberapa padat arus kendaraan dijalan, dan tak kalah pentingnya adalah estimasi waktu yang tepat dalam merencanakan liburan. Tak dapat dipungkiri bahwa liburan saat lebaran memerlukan trik khusus agar liburan keluarga dapat dinikmati dengan maksimal. Anda pastinya tau bahwa kondisi jalan saat lebaran penuh dengan volume kendaraan yang begitu padat, belum lagi “ditambahi” dengan adanya pasar "kaget" (musiman) dipinggir jalan, dan juga padatnya pengunjung pada lokasi liburan. Nach berikut ini beberapa trik yang dapat anda lakukan untuk menghindari kekecawaan tersebut:
1. Berangkatlah agak lebih dini (habis subuh bila perlu :p). 2. Persiapkan secukupnya bekal untuk dijalan. 3. Dapatkan informasi yang kumplit lokasi yang akan dituju (fasilitas, situasi lokasi dlsb). 4. Dapatkan informasi jumlah pengunjung pada tahun sebelumnya (menghindari kekecewaan antrean panjang). 5. Pilih lokasi wisata sesuai dengan usia anak anda (bukan mengikuti selera anda :p) 6. Hindari liburan ke luar kota bila perlu. Satu hal lagi yang perlu dipersiapkan adalah stamina seluruh anggota keluarga, bila salah satu anggota keluarga ada yang sakit, nampaknya perlu dipertimbangkan lagi schedule liburannya atau dapat mengalihkan liburan keluarga pada lokasi yang tidak terlalu jauh. Nach, Bila budget cukup ”mepet”..... tak ada salahnya anda merencanakan liburan di dekat rumah yang mempunyai fasilitan bermain yang cukup lengkap “kota wisata” misalnya, atau “Ocean Park” dan wahana air lain yang cukup banyak tersedia di perumahan-perumahan modern saat ini. Selamat berlibur lebaran.

Selengkapnya»»»

11 September 2008

Rafting

Anda pernah rafting? itu lho arung jeram. Arung jeram atau istilah kerennya rafting merupakan salah satu olah raga yang tergolong beresiko tinggi, itulah sebabnya olah raga ini sarat dengan standar dan prosedur yang harus ditaati demi keselamatan dan kenyamanan bersama.Mulai dari persiapan awal penyiapan pakaian sampai dengan usai rafting (perahu karet sandar)semua detail persiapan harus dipersiapkan matang bila tidak ingin celaka atau terjadi sesuatu dalam perjalanan rafting. Inti dari kegiatan ini adalah kerjasama yang tangguh dalam melewati setiap jeram yang memang sulit diprediksi sebelumnya. Satu-satunya alat (selain perahu karet tentunya) adalah dayung. Dayung harus digerakkan mengikuti komando yang dipimpin oleh seorang pemandu. Para anggota harus patuh dan mengikuti komando dari pemandu arung jeram. Kadang-kadang pemandu harus berteriak geser kiri, geser kanan, kedepan, kebelakang, dayung maju, dayung mundur, berhenti berdayung. dlsb. Kadang sang pemandu bersuara normal dalam memberikan aba-aba (komando), kadang sambil berteriak dan kelihatan galak bila perahu akan menghadapi jeram yang berbahaya. Setiap anggota dalam satu perahu pun

tidak boleh mengambil inisiatif sendiri dalam bergerak baik pada saat mendayung maupun geser kiri kanan kebelakang kedepan.Satu hal yang dapat dipelajari adalah anggota dalam satu perahu tidak merasa dimarahi atau disuruh oleh pemandu karena semua merasa bukan tunduk pada sang pemandu, melainkan tunduk dan taat pada standar keselamatan dan komitment bersama untuk mencapai tujuan yaitu selamat sampai pada tujuan rafting yang telah disepakati. Bukankah secara umum, perjalanan biduk rumah tangga mirip dengan kegiatan arung jeram tersebut?Ditengah-tengah ombak kehidupan yang serba tidak pasti, seyogyanya setiap anggota keluarga tunduk dan taat pada norma-norma, aturan, dan kesepakatan dalam mahligai rumah tangga. Ibarat jeram yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, begitupun setiap halangan/ kesulitan hidup. Jeram tersebut harus dilalui dan tidak bisa dielakkan, setiap anggota keluarga harus punya komitment untuk mencari jalan keluar untuk mencari celah melepaskan diri dari jeram kehidupan. Setiap anggota keluarga harus kompak dan tidak boleh mementingkan diri sendiri dan mau menang sendiri.Sebagai seorang kepala rumah tangga (pemandu), seyogyanya harus mampu memainkan peran yang proporsional. Seorang kepala rumah tangga tidak boleh ewuh pekewuh untuk menegur, memberi arahan agar perahu karet atau biduk rumah tangga dapat berjalan sesuai relnya dan sampai pada tujuan yang telah disepakati bersama. "Citarik, 15-16 Agustus 2008"

Selengkapnya»»»